Showing posts with label Sublimasi. Show all posts
Showing posts with label Sublimasi. Show all posts

Sunday, 16 February 2014

Menangani produk sublimasi



Hasil sublimasi yang telah diperoleh dikumpulkan menggunakan sendok untuk dibandingkan keuntungan dengan kristal aslinya. Kemudian dibandingkan, apakah massa Iodium yang tersublimasi massanya sama dengan produk sublimasi yang dihasilkan. Kemudian dapat dianalisis apakah semua zat yang menguap tersebut, uapnya dapat menyublim keseluruhan menjadi kristal-kristal kembali.

Proses Sublimasi

Pada umumnya perubahan tingkat wujud berlangsung menurut pola padat - cair - gas - atau kebalikannya. Ada beberapa zat yang dapat berubah Iangsung dari keadaan uap ke keadaan padat yang disebut menyublim. Sifat demikian dimiliki oleh unsur yodium, kamfer, naftalen, belerang. Zat padat pada umumnya mempunyai bentuk kristal tertentu: Kubus, heksagonal, rombik, monoklin dan sebagainya. Unsur belerang dalam suhu biasa berwarna kuning dengan bentuk kristal rombik. Jika belerang rombik dipanaskan sampai 96° bentuk kristalnya berubah menjadi monoklin. Jika belerang cair didinginkan tiba-tiba pada 119° terjadi pula bentuk kristal monoklin (seperti bentuk jarum). Pada pendinginan lebih lanjut sampai 96° terjadi bentuk rombik. Suhu 96° adalah suhu peralihan. Peristiwa ini disebut alotropi ialah satu macam zat dalam keadaan berlainan mempunyai sifat fisik yang berbeda.
Peralatan dan bahan yang dipakai untuk proses sublimasi yodium:

a.   Alat-alat yang dipakai 

  1. cawan porselin 
  2. gelas arloji 
  3. tabung reaksi 
  4. pipet 
  5. gelas piala 
  6. kayu kecil/lidi 
  7. pembakar bunsen 
  8. kaki tiga dengan kasa asbes.

b. Bahan-bahan yang dipakai 

  1. yodium kristal
  2. belerang 
  3. kanji 
  4. air suling 
  5. alkohol.


Prosedur Proses Sublimasi

  • Ambil 1 spatula yodium, letakkan dalam cawan porselin, tutuplah cawan itu dengan gelas arloji, beri air di atas gelas arloji. Panaskan dengan api kecil pada pembakar bunsen. Terjadi perubahan warna uap yodium, uap ini akan menyublim pada bagian bawah gelas arloji. 
  • Sebagian dari kristal yodium ini masukkan dalam tabung reaksi, kemudian tuangi air suling. 
  • Sebagian yang lain masukkan juga pada tabung reaksi dan tuangi alkohol. 
  • Pada dinding luar gelas arloji terdapat hablur-hablur kristal Iodium.


Pemeriksaan Kondisi Sublimator

Sublimator pada proses sublimasi ini terdiri dari :
- Cawan porselin
- Gelas arloji
- Gelas piala
- Pembakar bunsen

Peralatan tersebut diatas dibersihkan dari kotoran dan zat-zat lain yang menempel pada gelas arloji dan cawan porselin.
  • Pastikan tidak ada air yang menempel pada peralatan tersebut akan kinerja perubahan tingkat wujud alotropi menjadi maksimum.

SUBLIMASI



Sublimasi adalah peristiwa penguapan secara langsung padatan kristalin ke dalam fasa uap. Contoh klasik sublimasi adalah penguapan kamfer (kapus barus). Sublimasi dapat digunakan sebagai metode pemurnian padatan kristalin. Beberapa senyawa kimia dapat menyublim pada temperatur dan tekanan kamar, namun banyak yang beru dapat menyublim apabila tekanan diturunkan. Untuk mendapatkan bahan murni, fasa uap bahan tersublim didinginkan secara perlahan-lahan sehingga terbentuk kristal.

Total Pageviews