Showing posts with label Simbol Kimia. Show all posts
Showing posts with label Simbol Kimia. Show all posts

Saturday, 18 May 2013

Bahan Kimia Reraktif Terhadap Asam


Bahan reaktif terhadap asam akan menghasilkan panas dan gas yang mudah terbakar atau gas-gas yang beracun dan korosif.
Bahan-bahan yang reaktif  terhadap air antara lain :
        -          Kalium klorat/perklorat (KCLO3)
        -          Kalium permanganat (KmnO4)
        -          Asam kromat (Cr2O3)

Bahan Kimia Reaktif Terhadap Air



            Bahan reaktif adalah bahan yang bila bereaksi dengan air akan mengeluarkan panas dan gas yang mudah terbakar.
Hal ini disebabkan zat-zat tersebut bereaksi secara eksotermik, yaitu mengeluarkan panas dan gas yang mudah tebakar. Adapun bahan-bahan kimia tersebut adalah :
       -          Alkali (Na,K) dan alkali tanah (Ca)
       -          Logam halida anhidrat (aluminium tribromida)
       -          Logam oksida anhidrat (CaO)
       -          Oksida non logam halida (sulfuril klorida)

Bahan-bahan tersebut harus dijauhkan dari air atau disimpan dalam ruang yang kering dan bebas dari kebocoran air hujan.

Friday, 17 May 2013

Bahan Kimia Berbahaya



Berdasarkan Kepmen 187 tahun 1999 bahan kimia berbahaya adalah bahan kimia dalam bentuk tunggal atau campuran yang berdasarkan sifat kimia dan atau campuran yang berdasarkan sifat kimia atau fisika dan atau toksikologi berbahaya terhadap tenaga kerja, instalasi dan lingkungan.
Yang termasuk kategori bahan berbahaya adalah bahan-bahan yang mempunyai sifat :
         -          Memancarkan radiasi
         -          Mudah meledak
         -          Mudah menyala atau terbakar
         -          Oksidator
         -          Racun
         -          Karsinogenetik
         -          Iritasi
         -          Sensitisasi
         -          Teratogenik
         -          Mutagenik
         -          Korosif

Bahan Kimia Korosif



Bahan korosif adalah bahan yang karena reaksi kimia dapat merusak logam.

Bahan kimia korosif antara lain :
         -          Asam sulfida (H2SO4)
         -          Asam nitrat (HNO3)
         -          Asam klorida (HCL)
         -          Natrium hidroksida (NaOH)
         -          Kalsium hidroksida (Ca(OH)2)
         -          Gas belerang dioksida (SO2)

Monday, 29 April 2013

Bahan kimia beracun



Bahan yang disebut sebagai bahan beracun adalah jika pamaparannya melalui mulut LD50>25 atau 200 mg/kg berat badan, atau pemaparan melalui kulit LD50>25 atau 400 mg/kg berat badan, atau melalui pernapasan mg/L atau 2 mg/L.
Bahan kimia beracun didefinisikan sebagai bahan kimia yang dalam jumlah kecil menimbulkan keracunan pada manusia atau makhluk hidup lainnya. Pada umumnya zat-zat toksik masuk lewat pernafasan dan kemudian beredar ke seluruh tubuh atau menuju organ-organ tubuh tertentu. Zat-zat tersebut dapat langsung menggangu organ-organ tubuh tertentu seperti hati, paru-paru, dan lain-lain, tetapi dapat juga zat-zat tersebut berakumulasi dalam tulang, darah, hati, ginjal, atau cairan limfa dan menghasilkan efek kesehatan dalam jangka panjang.
Pengeluaran zat-zat beracun dari dalam tubuh dapat melalui urine, saluran pencernaan, sel epitel, dan keringat. Sifat toksik dari suatu zat, selain ditentukan oleh sifat alamiah suatu zat, juga ditentukan oleh jenis persenyawaan dan keadaan fisik tersebut. Bahan-bahan beracun dalam industri dapat digolongkan dalam beberapa golongan, yakni :

Senyawa logam dan metaloid          -     Pb
-          Hg
-          Cadmium
-          Krom
-          Arsen
-          Fosfor

            Bahan pelarut                                 -     Hidrokarbon Alifatik (bensin, minyak tanah)
-          Alkohol
-          Khloroform

            Gas-gas beracun                            -     Aspiksian sederhana
-          Na, Argon, He
-          Asam sianida
-          Asam sulfida
-          Nitrogen oksida
-          Karbon monoksida

            Bahan karsinogenik                         -     Asbes
-          Krom
-          Benzena
-          Naftil amin
-          Bensidin

             Pestisida                                        -     Organofosfat
-          Organoklorin

Saturday, 20 April 2013

Bahan Kimia Mudah Terbakar



Bahan kimia mudah terbakar adalah bahan mudah bereaksi dengan oksigen dan dapat menimbulkan kebakaran yang sangat besar. Reaksi kebakaran yang amat cepat juga dapat menghasilkan suatu ledakan. Bahan cair dinyatakan mudah terbakar bila titik nyala > 21 oC dan 55 oC pada tekanan 1 atm. Bahan cair dinyatakan sangat mudah terbakar 1 atm. Gas ini dinyatakan mudah terbakar jika titik didih < 20 oC pada tekanan 1 atm.

Bahan mudah terbakar dapat di bedakan menjadi :

1.      Zat cair mudah terbakar
Zat ini adalah yang paling banyak ditemui dalam industri yang dikenal sebagai pelarut organik. Contohnya adalah eter, alkohol, aseton, benzena, heksa, dan lain-lain. Pelarut-pelarut tersebut pada suhu kamar menghasilkan uap yang dalam perbandingan tertentu dapat terbakar oleh adanya api terbuka atau loncatan listrik. Pengalaman menunjukan bahwa uap pelarut dapat berdifusi sejauh 3 meter menuju titik api atau seolah-olah kita melihat api menyambar pelarut organik pada jarak tersebut.
Kecenderungan suatu pelarut organik untuk mudah terbakar selain ditentukan oleh titik nyala, titik terbakar, dan daerah konsentrasi mudah terbakar, juga ditentukan oleh titik didih. Suhu tersebut menentukan banyak sedikitnya, uap dihasilkan pada suhu tertentu. Semakin rendah titik didih, berarti semakin mudah menguap atau semakin mudah terbakar. Contohnya adalah eter dengan titik didih 14 oC  jauh lebih mudah terbakar dari pada alkohol dengan titik didih 79 oC.
Selain itu berat jenis uap relatif terhadap udara juga penting, karena uap lebih berat dari udara akan menyebabkan uap akan merayap da atas tanah. Sedang uap yang lebih ringan dari udara akan cenderung naik ke atas, atau membentuk kantong gas di atap gendung.
-          Berat jenis  pelarut organik relatif terhaap air perlu pula di perhatikan. Pelarut organik yang lebih ringan dari air dan tidak larut dalam air, seperti benzena, bensin, dan heksa, bila terbakar akan amat berbahaya kalau disiram dengan air. Penggunaan pelarut organik dalam industri antara lain :
§  Industri cat            : petroleum eter, alkohol, aseton, eter, heksa, MIBK
                              (Metil Iso Betil Keton)
§  Industri kertas       : karbon disulfida
§  Pengolahan minyak : bensin, benzena, toluena, dan xilene

2.      Zat padat mudah terbakar :
Zat padat mudah terbakar dalam industri adalah belerang (sulfur), fosfor, kertas, hidrida logam, dan kapas. Pada umumnya zat padat lebih sukar terbakar dari pada dalam bentuk cair. Meski demikian zat padat berbentuk serbuk halus sangat mudah terbakar.

3.      Gas mudah terbakar
Gas mudah terbakar dalam industri misalnya adalah gas alam, hidrogen, asetilen, etilen oksida. Gas-gas tersebut amat cepat terbakar sehingga sering menimbulkan ledakan

Karekter beberapa bahan organik mudah terbakar :

No.
Pelarut
daerah
kons %
mudah
terbakar
Titik
didih oC
Titik
nyala oC
Titik
nyala oC
W
cairan
W
uap
1.
Aseton
3-13
55
-18
538
0.79
2.0
2.
Benzena
L4-8
80
-11
562
0.88
2.8
3.
Bensin
14-7.6
38-204
-43
280-456
0.8
3.04
4.
Etil alkohol
13-19
79
12
432
0.79
1.59
5.
Etil eter
1.84-48
34
-45
180
0.71
2.55
6.
Heksena
LP7.5
68
-22
261
0.66
2.97
7.
Karbon sulfida
1-44
46
-30
100
1.26
2.6
8.
Metanol
6-36.5
65
12
464
0.79
1.1
9.
Metil etil keton
2-10
80
-7
515
01.81
2.5
10.
petroleuin
1-6
30-60
-57
288
0.6
2.5

                                                            

Friday, 19 April 2013

Bahan Kimia Mudah Meledak


Bahan kimia terdiri dari beberapa jenis macam salah satunya adalah bahan kimia mudah meledak. Bahan kimia mudah meledak tersebut menghasilkan gas dalam jumlah dan tekanan yang besar serta suhu tinggi, sehingga menimbulkan kerusakan di sekelilingnya.

Bahan kimia eksplosif ada yang dibuat sengaja untuk tujuan peledakan atau bahan peledak seperti trinitrotoluena (TNT), nitrogliserin, dan amonium nitrat (NH4NO3). Bahan-bahan tersebut amat peka terhadap panas dan pengaruh mekanis (gesekan atau tumbukan). Di bawah ini ialah struktur kimia bahan yang bersifat explosif.

        Struktur :                             Nama Senyawa :

                         N-logam                                   N-logam berat
                         N+OH                                      Hidroksil amonium
                         C-Cl-O3                                              Perkloril
                         O-O                                         Peroksida
                         O3                                                          Ozo
                         C-C                                         Asetilen

                         C-N2                                                     Diazo
                         C-NO                                      Nitrozo
                         C-NO2                                                 Nitro
                         N-NO2                                                 N-nitro
                         N3                                            Azida
                         C-(NO2)n                                 Alkil polinitro
                         C=N-O                                    Oksim
                         C-N=N                                    Azo
                         N-NO                                      N-nitroso


Selain itu ada jenis lain yang mempunyai sifat eksplosif, yaitu campuran eksplosif dan debu.
Debu-debu eperti debu karbon dalam industri batubara, magnesium dalam pabrik baja adalah debu-debu yang sering menimbulkan ledakan, dan zat warna diazo dalam pabrik zat warna .
Eksplosif dapat pula terjadi akibat pencampuran beberapa bahan, terutama bahan oksidator dan reduktor dalam suatu reaktor maupun dalam penyimpanan.

            Di bawah ini adalah contoh campuran bahan yang dapat bersifat eksplosif :
·                 Oksidator
·                           KGO3
·                          NaNO3
·                          Asam nitrat
·                          Kalium permanganat
·                          Krom trioksida
·                          Reduktor
·                          Karbon
·                          Belerang
·                           Etanol
·                          Gliserol
·                          Hidrazin


Total Pageviews