Showing posts with label Evaporasi. Show all posts
Showing posts with label Evaporasi. Show all posts

Sunday, 16 February 2014

Pelaksanaan Proses Evaporasi

Evaporasi dilaksanakan dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut pada titik didihnya, sehingga diperoleh larutan zat cair pekat yang konsentrasinya lebih tinggi. Uap yang terbentuk pada evaporasi biasanya hanya terdiri dari satu komponen, dan jika uapnya berupa campuran umumnya tidak diadakan usaha untuk memisahkan komponen- komponennya. Dalam evaporasi zat cair pekat merupakan produk yang dipentingkan, sedangkan uapnya biasanya dikondensasikan dan dibuang. Disinilah letak perbedaan antara evaporasi dan distilasi.

Operasi Evaporasi

Operasi evaporasi atau penguapan padadasarnya merupakan operasi pendidihan khusus, dimana terjadi peristiwa perpindahan panas dalam cairan mendidih. Tujuan operasi evaporasi adalah untuk memperoleh larutan pekat dari larutan encer dengan jalan pendidihan dan penguapan. Yang dimaksud dengan larutan adalah terdiri dari zat terlarut yang tidak mudah menguap dan pelarut yang mudah menguap. Pelarutnya dalam kebanyakan hal adalah air, tetapi dapat juga cairan lain.

Memeriksa kondisi evaporator sebelum dioperasikan : 

  1. Evaporator sebelum dioperasikan harus diperiksa bagian-bagiannya agar kinerjanya menjadi optimum. 
  2. Kondensor diperiksa fungsi kerjanya dengan cara membersihkan ruang kondensasi. 
  3. Injeksi uap juga diperiksa apakah pengukur tekanan berfungsi dengan baik atau tidak. 
  4. Perangkap uap juga diperiksa jika terjadi kebocoran-keborocan 
  5. Perangkap tetap dibersihkan dari debu dan kotoran. 

Saturday, 8 February 2014

Pelaporan Proses Evaporasi

Proses evaporasi dengan skala komersial di dalam industri kimia dilakukan dengan peralatan yang namanya evaporator.
Perlengkapan peralatan :
Evaporator, kondensor, Injeksi uap, perangkap uap, perangkap tetes

Proses evaporasi didokumentasikan dalam lembar pelaporan sesuai data :

  • Kerja kondensor 
  • Kerja injeksi uap 
  • Kerja perangkap uap 
  • Kerja perangkap tetes

Contoh-contoh Operasi Evaporasi dalam Industri Kimia 
  • Pemekatan larutan NaOH 
  • Pemekatan larutan KNO3 
  • Pemekatan larutan NaCL 
  • Pemekatan larutan nira dan lain-lain.

Tuesday, 21 January 2014

Long Tube Vertical Evaporator

Nah kali ini saya akan menceritakan tentang LTV untuk gan semuanya, ,untuk lebih selengkapnya simak dan baca di bawah ini :

Long Tube Vertical Evaporator

(LTV)
menggunakan sirkusi alam, dimana liquida masuk melalui tube yang ada di dalam steam ohest yang terisi steam. panjangnya tube biasanya 18-20 ft.

                                                                         LTV

nah, ,gambar diatas adalah sketsa gambar dari LTV

LTV umumnya tidak dipakai untuk salting atau soaling liquid juga tidak untuk liquid yang sangat viscos. Ia cocok untuk cairan yang bisa terbentuk busa, karena busanya akan terpecah ketika campuran liquida uap dipancarkan dari tube pada kecepatan tinggi dan terbentur dengan deflector yang ada pada vapor head.


Tujuan menggunakan tube yang panjang adalah
- memperlancar heat conductifity
- memperbesar kecepatan dari pada aliran-aliran di dalam tube, hingga tidak terjadi kristalisasi di dalam tube

Monday, 22 July 2013

Klasifikasi Evaporator

1. Uap di dalam tabung
    a. Reotangular vapor body
    b. Round vapor body
2. Uap di luar tabung
    a. Natural circullation : - Short Tube
                                       - Long Tube
    b. Forced circullation : - Tube element di luar vapor body
                                       - Tube masuk dalam vapor body

Selain itu evaporator dapat diklasifikasikan antara lain :
1. Peralatan yang langsung dipanasi oleh api
2. Peralatan dengan medium pemanas dalam jacket, double wall, dan sebagainya.
3. Vapor-heated evaporator dengan tubular heating surface
     a. Horizontal tube : uap dalam tube
     b. Vertical tube : - Standard
                               - Basket
                               - Long-tube type
                               - Falling film
                               - Forced circullated type

Wednesday, 12 June 2013

Sifat-Sifat Evaporasi

Sifat-sifat tersebut sangat mempengarui proses evaporasi, terutama  dalam pemilihan dan suhu evaporasi. Sifat-sifat tersebut antara lain :
      A.      Konsentrasi larutan
Hal ini berhubungan dengan viscositas, dimana keadaan enoer. Viscocitasnya rendah, sehingga koefisien perpindahanpanas dingin. Disamping itu juga berpengaruh terhadap kenaikan titik didih.
      B.      Kelarutan solute dalam larutan
Hal ini berhubungan dengan batas konsentrasi maksimum solute yang dapat dihasilkan oleh prases evaporasi. Disamping itu juga berhubungan dengan sistem pembuangan/pengosongan (drainage)
      C.      Kepekaan (sensitifivitas)
Kapekaan (sensitivitas) bahan terhadap suhu dan lama penguapan. Misal susu, juice dan sebagainya peke terhadap suhu tinggi dan lamanya pada suhu yang tinggi., sehingga diperlukan suatu oara tertentu untuk menurunkan suhu operasi dan waktu pemanasan.
      D.      Pembentukan buih dan peroikan
Beberapa zat, seperti larutan NaOH, skim milk, dan beberapa asam lemak dapat menimbulkan busa selama penguapan disertaiperoikan, sehingga perlu diusahakan pencegahnya.
      E.       Pembentukan kerak
Banyak larutan yang sudah membentuk kerak dapat mengurangi koefisien perpindahan panas, sehingga diusulkan teknik dan konstruksi evaporasi yang tepat.
      F.       Reaksi larutan terhadap bahan konstruksi evaporator
Biasanya dipilih besi tuang atu baja, agar harganya murah, tetapi untuk menghindari reaksi larutan, dapat dipilih metal khusus, seperti Cu, Ni, Al, baja tahan karat, Pb, dan, sebagainya.
      G.     Tekanan dan suhu liquida
Titik didih dalam larutan evaporator tergantung pada tekenan riang uap. Tekanan operasi yang tinngi akan menyebabkan tingginya titik didih larutan, sehingga evaporasi sering dilakukan dalam keadaan hampa. Terutama untuk pelarut yang mempunyai titik didih tinggi atau untuk solute yang sensitif terhadap suhu tinggi.

Monday, 10 June 2013

Penguapan (evaporation)


Penguapan (evaporasi) adalah suatu proses yang bertujuan memekatkan konsentrasi suatu larutan yang terdiri dari pelarut (solvent) yang dapat menguap dan zat terlarut (solute) yang tidak menguap (non volatile).
Evaporasi dilakukan dengan cara menguapkan sebagian pelarut sehingga terjadi larutan pekat (thick liquar). Umumnya pelarut yang diuapkan dalam evaporasi adalah air, evaporasi berbeda dari pengeringan (drying) karena dalam evaporasi yang tertinggal adalah liquida pekat berbeda dengan distilasi, pelarut yang diuapkan dalam evaporasi hanya sejenis saja, kadang-kadang juga terdiri dari campuran pelarut, tetapi tidak akan dipisahkan, berbeda juga dengan kristalisasi, proses evaporasi hanya dijalankan sampai diperoleh larutan pekat atau sampai jenuh, kadang-kadang juga sampai berbetuk kristal.
Contoh proses evaporasi antara lain untuk memekatkan larutan nira dalam pengolahan gula. Larutan garam dalm pengolahan NaCl, larutan NaOH dalm pengolahan soda api, gliserin dalam pengolahan larutan gliserin-air.
Produk evaporator ada 2 macam :
  • Kristal
  • Larutan pekat, yang kemudian bisa dilanjutkan kristalisasi, bila liquidanya sangat pekat, dipakai pompa positive action. 

Total Pageviews